beranda » Berita

Aceh butuh pemimpin yang mampu bangun komunikasi

Monday, June 29, 2009 WIB

Provinsi Aceh dinilai membutuhkan pemimpin yang mampu membangun komunikasi dengan semua pihak khususnya pemerintahan yang berkuasa saat ini.

“Aceh membutuhkan pemimpin yang bisa membangun komunikasi baik khususnya mengenai kepentingan Aceh,” kata Manajer Riset Forum LSM Aceh, Fajrun Zain di Banda Aceh, tadi siang.

Hal itu disampaikan dalam seminar Perdamaian dan Pembangunan Aceh mengenai sosok pemimpin pilihan terkaitan dengan perdamaian Aceh serta pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009.

Menurut dia, Aceh membutuhkan calon presiden yang mampu membangun komunikasi dengan pemerintah di provinsi dan menarik simpati masyarakat secara keseluruhan. Upaya menarik simpati bisa dengan memenuhi yang dibutuhkan masyarakat Aceh seperti revisi Undang-undang No.11/2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan perdamaian.

Calon presiden yang paling efektif berkomunikasi dengan Partai Aceh, partai politik lokal yang meraih kursi legislatif terbanyak dinilai memiliki kesempatan memperoleh suara terbanyak di Aceh pada pilpres.

“Eksekutif di Aceh dipegang oleh mantan kombatan dan legislatif juga dikuasai Partai Aceh. Jadi siapa yang paling efektif berkomunikasi dengan mereka bisa mendapat suara di Aceh,” katanya.

Terpilihnya pemimpin yang bisa membangun komunikasi dengan eksekutif dan legislatif, sehingga apapun kehendak masyarakat Aceh bisa lebih cepat direalisasikan Pemerintah Pusat.

Ia berharap siapapun presiden terpilih pada Pilpres 8 Juli 2009, ke depan Aceh akan lebih baik dengan kemampuan yang mandiri dan perdamaian akan tetap terjaga.**WPD

Leave a Reply