Banda Aceh – Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang Perdamaian dan Penguatan Masyarakat Sipil, ACSTF (Acheness Civil Society Task Force), menggelar training penguatan pers mahasiswa melalui tema “Pelatihan Dasar Jurnalistik dalam Upaya Membangun Daya Kritis Mahasiswa Serta Pemahaman Hak – Hak Dasar Rakyat”. Training ini merupakan kontribusi yang diberikan oleh ACSTF kepada mahasiswa/i Aceh dalam peningkatan dan penguatan mutu pendidikan. Kegiatan yang berlangsung tiga hari, dimulai pada tanggal 27 mei 2008, dilaksanakan di Permata Hati Training Center, Aceh Besar.
ACSTF yang bekerjasama dengan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA) mengharapkan, kepada mahasiswa/i yang mengikuti pelatihan tersebut agar memiliki pemahaman baru tentang pembuatan berita dengan metode jurnalistik serta membangun daya kritis mahasiswa/i terhadap persoalan pemenuhan hak – hak dasar rakyat melalui pelatihan yang sudah terealisasikan.
Training yang diikuti 20 peserta dari beberapa Universitas di Aceh, Unsyiah, USM, Unmuha, UTU, dan Univ.Al muslim, menghadirkan Otto Samsuddin Ishak penulis buku terkenal dan sosiolog ahli beserta ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independent) Aceh, Hamzah, sebagai pemateri. Selama tiga hari (27-29) mahasiswa/i mendapatkan pembekalan materi baru terhadap perkembangan wawasan akan issue – issue social dan metode jurnalistik yang bekerja secara propesional serta memiliki independensi yang tinggi. Kegiatan ini, merupakan program yang dijalankan dengan durasi 9 bulan kedepan untuk penguatan pers kampus yang ada di Aceh.
Program officer Pers Kampus, Aryos Nivada menyatakan, sejak kejatuhan Presiden Soeharto, pers mahasiswa seakan memasuki masa suram. Ruang kebebasan informasi yang sangat terbuka pada era reformasi saat ini, menjadikan media massa umum bebas menyampaikan berbagai kritik pedas terhadap pemerintah sehingga public tak lagi melirik pers mahasiswa sebagai media informasi alternative untuk mencari berita – berita di luar mainstream. Sehingga pelatihan – pelatihan yang bentuknya seperti ini dapat diberdayakan agar mahasiswa/i mempunyai daya kritis mahasiswa serta pemahaman hak – hak dasar rakyat, ungkapnya(CIA).


Leave a Reply