Pema Unsyiah mengadakan acara diskusi panelis yang bertajuk “ Menakar Kualitas Caleg Perempuan” dirodya café, acara tersebut dihadiri oleh banyak perwakilan LSM, Mahasiswa dan masyarakat umum yang dimoderatori oleh Alkaf, dan diisi oleh narasumber perempuan yang berasal dari beberapa partai local dan partai nasional, yaitu Hj.Darmiati, SE (Partai Aceh), Maitannur ( Partai SIRA ), Raihana Diani (Partai Rakyat Aceh), Asrida ( Golkar ), dan Rita Indah Yati ( PKS ) serta para panelis yang beranggotakan Bakti, Tasmiati, Syarifah Rahmatillah.
Acara yang berlangsung alot dari awal ini membuat ruangan menjadi riuh akan tepuk tangan dan sorakan para hadirin yang hadir, para narasumber dengan gamblang memaparkan visi dan misi partai yang diusungnya, seakan tidak mau kalah dengan narasumber lain, semua cara pun dilakukan.
Seperti yang diungkapkan Raihana diani caleg perempuan dari Partai Rakyat Aceh,” Bahwa, PRA merupakan partai local pertama yang hadir dan membuat kontrak politik didepan notaries yang berisi 3 tuntutan rakyat aceh, yaitu, Terbukanya lapangan Kerja, Kesehatan gratis yang berkulitas, berdaulat atas sumber daya, dan bukan hanya itu PRA juga akan mengusahakan agar rakyat aceh menikmati hasil dari sumber daya alamnya sendiri, tandasnya.
Dilain pihak, Darmiati, SE yang mewakili dari caleg perempuan Parta Aceh mengatakan dengan tegas bahwa, hanya partai mereka lah yang dimandatkan oleh GAM untuk duduk sebegai perwakilan dikancah politik, selama ini GAM telah berjuang bersama rakyat aceh untuk memperjuangkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, hingga diakhir perjuangan itu MoU Helsinky lahir, dan UUPA disahkan, dan beliau juga menegaskan bahwa, jika Partai Aceh kalah dalam pemilu 2009, maka MoU Helsinky juga akan gagal.
Para hadirin yang hadir bertepuk tangan dan bersorak, seakan-akan disebelah pihak ada yang mendukung dan dilain pihak tidak mendukung, sedangkan dari Partai SIRA, Maitannur mengatakan bahwa keterwakilan caleg perempuan dalam partai SIRA juga menjadi prioritas didalam structural partai, dan tidak ada diskriminasi antara perempuan dan laki-laki didalamnya, belian mengungkapkan bahwa, partai SIRA sangat menjunjung tiinggi nilai-nilai anti diskriminasi terhadap siapapun, beliau mengajak para caleg perempuan untuk ikut bertarung dalam pemilu dengan arif dan menjunjung tinggi perdamaian, apalagi ini juga demi memperjuangkan kesejahteraan Rakyat Aceh.
Dipemilu April 2009 ini, keterwakilan perempuan dalam legislative terbuka dengan sangat lebar, dan kesempatan ini harus lah dimanfaatkan oleh para caleg perempuan untuk ikut dan menyiapkan kualitas diri agar nantinya bisa memerjuangkan aspirasi rakyat aceh.
Asrida, yang mewakili diri dari Golkar juga mengungkapkan hal yang serupa, yaitu Golkar secara structural sangat mendukung keterwakilan perempuan, ini dibuktikan dengan adanya caleg perempuan yang berada pada nomor urut pertama di beberapa daerah di aceh dan Indonesia, beliau mengungkapkan dengan tegas, bahwa Partai Golkar hadir dengan caleg-caleg perempuan yang berkualitas.
Banyak yang meragukan kemampuan perempuan untuk berada di legislative, karena didasari beberapa hal, seperti mereka harus mengurus anak-anak dan juga mengurus suami, disertai juga dengan masih tingginya budaya patriarchal di kalangan masyarakt aceh, yang menjadikan perempuan semakin terkungkung dalam intervensi kaum laki-laki, seharusnya perempuan dan laki-laki harus berjalan beriringan untuk membangun aceh, ungkap caleg perempuan dari PKS yang juga istri dari wakil Ketua DPRA Aceh saat ini, Raihan Iskandar, jika ingin membangun aceh, maka ini harus dilaksanakan juga dengan melibatkan perempuan, Karena perempuan juga bagian dari aceh yang juga ingin menyumbang dan berbuat sesuatu untuk perubahan Aceh kearah lebih baik, tandasnya lagi.
Seorang panelis yang juga aktif disebuah LSM Perempuan, Syarifah Rahmatilah mengungkap bahwa semua caleg perempuan yang hadir harus lah memiliki kuaitas untuk mampu bersaing dengan caeg laki-aki, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa perempuan juga mampu mengambil dan membuat kebijakan yang baik untuk aceh.(cs)


Leave a Reply