beranda » Berita

HASIL SAMPLE BASED OBSERVATION PEMILU DI NAD

Friday, April 10, 2009 WIB

Pemilihan legislative 2009, yang dilaksanakan pada 09 April kemarin telah dilangsungkan. Proses pemilihan ini juga berlangsung secara damai dan tentram di Provinsi Aceh. Kerisuhan yang diprediksikan oleh para analis maupun pengamat politik di Aceh tidak gagal besar. Hal ini tampak dari informasi yang dikeluarkan oleh berbagai pihak media di Aceh, Jumat (10 April) kemarin, yang tidak menyajikan sebuah kerisuhan dan keributan yang menyebabkan Pemilu kisruh dan mempengaruhi hasil pemilihan suara di Aceh.

Elly Sufriadi selaku Executive Director e-Card, mengatakan pemantauan yang dilakukan secara sistematis oleh e-Card menunjukan bahwa proses pembukaan TPS dan pemungutan suara di Aceh berlangsung aman, serta berjalan dengan lancar. Pemantauan yang dilakukan relawan e-Card, diketahui sampai saat ini belum menemukan sebuah kecurangan ataupun masalah-masalah yang menyebabkan proses perdamaian di Aceh terganggu, ungkapnya pada konferensi pers yang dilakukan, Jum’at (10/04), di Hotel Hermes Palace.

Elly juga menambahkan, Pemilu di Aceh tidak didapati intimidasi yang berusaha mempengaruhi pemilih agar memilih salah satu partai/ calon partai tertentu. Dan hal ini hampir terjadi di semua TPS, hampir 98,1% berlangsung damai dan tanpa kekerasan. Hanya 2,9% relawan e-Card yang menilai dan melihat ada terjadinya penyimpangan di pemilu 2009 pada TPS  tertentu yang akan mempengaruhi hasil pemilu di TPS tersebut.

SBO (Sample Based Observation), yang dilakukan e-Card merupakan kegiatan pemantauan pemilu yang diselenggarakan e-Card dengan menggunakan prinsip statistic untuk mengumpulkan informasi terkait dengan keseluruhan proses pelaksanaan hari pemilu, di Aceh. SBO ini dilakukan agar dicapainya sebuah pemilu damai dan menghasilkan sebuah demokrasi yang fair serta mengetahui kualitas proses pemungutan dan perhitungan suara di NAD.

Penarikan sample dilakukan dengan metode Cluster Random Sampling dengan jumlah sample 600 TPS yand dipilih secara acak di 23 Kabupaten/Kota di NAD. Setiap relawan (yang totalnya berjumlah lebih dari 700 orang) memantau keseluruhan proses dari pembukaan TPS sampai dengan penghitungan suara selesai dilakukan.

Adi Warsidi, salah satu jurnalis di Aceh yang mempertanyakan berapa jumlah suara yang dicapai berdasarkan Quickcount oleh e-Card pada konferensi pers tersebut, dijawab Elly dengan mengatakan bahwasanya perhitungan suara di Aceh belum mencapai 100%, baru mencapai 85%, dan margin of error dari perhitungan suara tersebut juga masih tinggi. Jadi publikasi pemenang pemilu 2009 di Aceh belum dapat diberitahukan kepada public, ungkap Elly. E-Card juga akan memberikan informasi kepada kawan-kawan, tentang keberlanjutan perhitungan suara di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, hingga benar-benar fix, lanjutnya. *baban*

Leave a Reply