beranda » Berita

Kadin Aceh Buka Informasi Usaha

Friday, December 4, 2009 WIB

BANDA ACEH – Bagi masyarakat Aceh terutama dari kelas ekonomi menengah ke bawah yang ingin berusaha dan memperoleh informasi tentang usaha yang akandirintisnya, kini Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh menyediakan pusat Pelayanan Informasi Masyarakat (PIM). Ketua Umum Kadin Aceh, Drs T Sulaiman Badai mengatakan Pusat PIM ini telah disediakan di 13 pusat kegiatan masyarakat di 18 kabupaten di Aceh. “Informasi bisa di update di 13 lifelihood center di 18 kabupaten di Aceh. Di Pusat PIM ini masyarakat bisa memperoleh informasi tentang usaha yang ingin dirintis dari A sampai Z. Kami menyediakan DVD yang berisi bagaimana berusaha mulai dari penyediaan bahan baku, cara kerja, hingga berapa modal yang dibutuhkan,” Kata Sulaiman Badai, saat peluncuran PIM di Kantor Balee Saudagar Aceh, Kamis (3/12).

Untuk sementara ini, lanjut Badai, DVD yang berisi informasi baru tersedia untuk 10 jenis usaha. “Saat ini 10 DVD yang tersedia antara lain informasi tentang usaha ikan asin, ikan kayu, dan pupuk bokasi. Sedang untuk 10 jenis usaha lain sedang dalam proses penyelesaian akhir. Semua proses pembuatan DVD, keberadaan Pusat PIM termasuk pelatihan sistem informasi manajemen keanggotaan bagi anggota Kadin didukung penuh Japan Fund Poverty Reduction OISCA JFPR, dan ADB,” papar dia. Ia menambahkan dalam pelatihan SIM Keanggotaan Kadin Aceh tersebut, dilatih 10 anggota Kadin dari Kadin Aceh dan 12 anggota Kadin daerah. “Tujuannya agar Kadin se-Aceh lebih efektif dan efisien dalam mengelola sistem keanggotaan, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada anggotanya. Dalam proses on line sistem, dari Kadin pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota proses registrasi ataupun editing anggota dapat dilakukan langsung kapanpun dan dimanapun,” jelasnya.

Dengan adanya data dalam formulir pendaftaran lanjut Badai, pengurus Kadin kabupaten dan kota dapat memasukkan data melalui website Kadin Aceh. “Secara otomatis sistem ini akan menyimpan data keanggotaan secara terpusat. Untuk tahap awal training SIM ini masih dalam bentuk gambaran umum dan desain data base,” kata dia. Koordinator Asian Development Bank untuk Aceh, Richard Beresford yakin Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang dijalankan di Kadin Aceh akan membuahkan hasil dalam waktu dekat. “Dengan sistem informasi yang dimanage dengan baik di Kadin Aceh, saya yakin masyarakat bisa lebih terbantu dalam mengembangkan usaha dan perekonomian di Aceh meningkat pesat,” kata dia.

serambinews.com

Leave a Reply