beranda » Berita

Keberlanjutan Pembangunan Aceh Tenggara Pasca Pemilu dan Pilpres

Tuesday, July 28, 2009 WIB

Kutacane – Pembangunan yang belangsung di Aceh Tenggara tengah berlangsung dengan baik, banyak infrastructure yang telah dikembangkan, terpilihnya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara yang baru membuahkan berbagai harapan baru dari masyarakat Aceh Tenggara untuk membangun Aceh Tenggara Kedepan menjadi sebuah kabupaten yang maju di Provinsi Aceh.

Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS) Aceh Tenggara yang didalamanya tergabung berbagai elemen masyarakat menggelar Seminar Sehari Aceh Baru Selasa (28/7) di Aula Kantor Bupati Aceh Tenggara. Seminar sehari ini dilaksanakan atas kerjasama LKMS Kab, Aceh Tenggara dengan Achehnes Civil Society Task Force (ACSTF) untuk mendukung pembangunan Aceh Tenggara yang berkelanjutan.

Dalam Sambutannya Pewakilan ACSTF yang diwakili oleh Koordinator Team Jaringan dan Advocacy ACSTF, Syahirul Alim menyampaikan “ACSTF adalah sebagai inisiator yang menginisiasi terbentuknya FKMS, untuk mengsinerginisasikan kerja-kerja kelompok masyarakat Sipil yang tergabung dalam FKMS bersama-sama denga eksukutif dan Legistlatif guna mendukung dan memperkuat perdamaian serta pembangunan berkelanjutan di Aceh sehingga tercipta Aceh masa depan yang gemilang.” Ujar Syahirul Alim.

Syahirul menambahkan “ Kami Berharap didalam kegiatan seminar ini hendaknya bisa mencari solusi bersama dan menentukan format pembangunan yang lebih efektif dan efesien untuk masa depan Aceh Tenggara yang akan datang guna mendukung keberlanjutan Perdamaian dan pembangunan Aceh ke Depan Khususnya di Aceh Tenggara” Ujar Syahirul Alim.
Seminar sehari FKMS ini diawali oleh pemateri dari DPRK Kabupaten Aceh Tenggara yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRK, Salim Fahri yang juga Anggota DPRK terpilih untuk periode 2009 – 2014 yang terpilih dalam Pemilu Legislatif beberapa bulan lalu, dalam materi beliau menyampaikan “Aceh Tenggara ini bisa dibangun kalau kita ada kebersamaan, keberlanjutan pembangunan Aceh tenggara kedepan ini tidak terlepas dari turut sertanya peran generasi Muda kedepan dalam membangun Aceh Tenggara untuk menjadikan Aceh Tenggara setara dengan kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Aceh.” Ungkap Beliau.

Salim Fahri menambahkan FKMS harus menjadi penyeimbang antara legislative dan eksekutif jangan sampai DPRK ini menjadi tukang stempel dimata masyarakat. Peran ganerasi muda dan FMKS sangat diharapkan dalam pembangunan Aceh Tenggara. Disamping FKMS juga harus mendukung kinerja Legislatif dan eksekutif untuk mempercepat pembangunan di Aceh Tenggara dan nanti akan coba didiskusikan dahulu dengan FKMS dalam menyusun APBK 2010 untuk Aceh Tenggara.
Pada sesi kedua materi kedua diisi oleh akademisi dari Jogja yang juga warga Aceh Tenggara, Mahyuddin, menyampaikan Kita mau apakan Aceh Tenggara, mahasiswa Aceh Tenggara melihat Aceh tenggara dari Segimana, dengan persepsi yang sangat sempit, membangun itu harus dengan kebersamaan. Dan pengawasan pembangunan Aceh Tenggara ini tidak lepas dari pengwasan DPRK Aceh tenggara, dan FKMS dan generasi muda harus mendorong itu.” ungkap beliau.
Pengembangan alternative untuk pengembangan pariwisata itu menjadi salah factor untuk membuat peningkatan ekonomi, karena pariwisata lebih secara international dan local, sehingga pendapatan masyarakat akan bertambah.
Kembangkan Potensi AGARA

Letak Kabupaten Aceh Tenggara yang sangat strategis yang berada di daerah Penggunungan Leuser yang menjadi paru-paru dunia, sangat berpotensi untuk dikebangkan sebagai salah satu tujuan wisata, disamping itu banyak potensi yang dapat dikembangkan dan ini harus segera dilakukan. Beberapa potensi yang dapat dikembangkan seperti Pertanian dan pertenakan sangat cocok dikembangkan di kabupaten Aceh Tenggara. Beberapa daerah sendiri yang dijadikan pusat pertanian telah dibebaskan sehingga menghambat proses pengembangan pertanian di Aceh Tenggara.
Peran serta dan kemauan dari FKMS dan juga seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan berbagai sector yang berpotensi, seperti pariwisata. Kemauan bersama untuk mengembangkan potensi sangat diperlukan dalam membangun pariwisata Aceh Tenggara.

Mahyuddin juga menambahkan ”Aceh Tenggara ini dengan banyak potensi alamnya sangat cocok untuk dikembangkan ecotourism, karena factor alam di Aceh Tenggara sudah mendukung, tinggal bagaimana kita membangun Aceh Tenggara ini dengan baik dan secara bersama-sama” tambahnya.

Potensi Aceh Tenggara yang banyak dibidang pertanian, perikanan dan pariwisata masih kurang maksimal dilaksanakan di Aceh Tenggara. FKMS Aceh Tenggara mengharapkan pengembangan pengembangan berbagai potensi dan penyelesaian berbagai permasalah harus diselesaikan dengan dukungan semua elemen masyarakat.

Masyarakat Aceh Tenggara sendiri masih belum merasakan kinerja DPRK beberapa periode sebelumnya, masyarakat AGARA sangat mengharapkan anggota dewan itu harus membuat kebijakan-kebijakan yang memihak kepada rakyat, dan saya sangat setuju untuk pengembangan pariwisata di Aceh Tenggara, berbagai kerajinan dan pengembangan Potensi wisata alam, dan ini akan membuat investor masuk ke Aceh Tenggara. Dengan terpilihnya DPRK yang baru ini pelayanan public harus diperbaiki, dan berbagai pungutan liar itu harus dihilangkan karena merugikan masyarakat itu sendiri.**Put/R A.T

Leave a Reply