beranda » Berita

kecewa, Aceh Dapat Jatah Satu Menteri

Wednesday, October 21, 2009 WIB

JAKARTA – Dua tokoh Aceh di Jakarta, Zainal Abidin Hussein dan Teuku Bachrum Manyak menyatakan kecewa berat karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya menempatkan satu orang Aceh dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. “Jatah Aceh” tersebut dinilai tidak setara dengan besarnya dukungan masyarakat Aceh terhadap SBY pada Pemilu 2009 silam yang mencapai 93 persen.

“Saya kira kita pantas kecewa apabila hanya satu orang Aceh yang duduk dalam kabinet mendatang. Ini betul-betul tidak sepadan dengan dukungan yang diberikan rakyat Aceh,” tukas Zainal Abidin Hussein, mantan anggota DPR RI, kepada Serambi di Jakarta, Selasa (20/10). Menurut Zainal, seyogianya Presiden SBY memberi tempat paling kurang tiga kursi kabinet bagi tokoh-tokoh Aceh untuk berkiprah dalam kabinet 2009-2012. “Sangat banyak figur Aceh yang berkualitas menduduki jabatan menteri,” tukas Zainal Abidin Hussein yang selama menjabat anggota DPR RI cukup vokal membela kepentingan Aceh di Senayan.

Ia menyebut sejumlah nama, antara lain mantan Pj Gubernur Kaltim, Tarmizi A Karim, DR Ahmad Farhan Hamid MS, Prof DR Bachtiar Aly, Djali Yusuf, Tamlicha Ali, dan lain-lain. “Tapi nyatanya Aceh hanya dapat jatah satu orang di kabinet,” sebut Zainal. Rasa kecewa serupa diutarakan tokoh Aceh lainnya, Teuku Bachrum Manyak. Dihubungi Serambi secara terpisah di Jakarta, anggota DPD ini menyebutkan seharusnya Presiden SBY memberi ruang besar bagi figur Aceh di kabinet. “Dukungan 93 persen dalam Pemilu Presiden lalu merupakan yang terbesar di seluruh Indonesia. Mestinya Aceh mendapat porsi lebih dari satu di kabinet,” sebut Teuku Bachrum seusai menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Senayan.

Kabinet Indonesia bersatu jilid I, menurut Teuku Bachrum berhasil menempatkan tiga figur Aceh, yakni Sofyan A Djalil sebagai Menneg BUMN, Jusman Syafi’i Djamal sebagai Menteri Perhubungan dan Mustafa Abubakar sebagai Dirut Bulog. “Tapi yang kita dengfar sekarang, dari hasil audisi yang dilakukan Presiden, hanya Pak Mustafa Abubakar yang mendapat tempat,” sebut Teuku Bachrum dalam nada kecewa.

Serambinews.com

Leave a Reply