Indonesia dan Aceh Masuk Babak Baru
Kami merasa bersyukur bahwa hingga saat ini proses Pilpres masih berlangsung damai. Angka-angka sementara hasil monitoring yang dilakukan oleh lembaga pemerintah maupun independent menunjukkan kemenangan pasangan SBY-Boediono secara nasional. Hal yang lebih penting dan berkaitan dengan kita adalah angka yang sangat fantastis bagi kemenangan pasangan SBY-Boediono dalam konteks politik dan sosial di Aceh.
Pertama, dalam konteks nasional arti kemenangan SBY-Boediono menunjukkan sejarah baru demokrasi di Indonesia bahwa pasangan politik yang melibatkan luar Jawa yang selama ini sangat menentukan, kini telah berakhir.
Kedua, masih dalam konteks nasional, dominasi mesin partai yang lazimnya sangat menentukan kemenangan kandidat, kini telah terpatahkan. Bahwa masing-masing kandidat dalam pilpres harus menghidupkan dan bertumpu pada mesin politik non-partai.
Ketiga, dalam konteks Aceh, kini secara politik maka perilaku politik orang Aceh telah terintegrasikan 100 persen ke dalam arus utama politik nasional. Hal ini merupakan bagian dari rangkaian reintegrasi politik yang berjalan sesuai dengan system politik nasional, yakni dari Pilkada 2006, dan Pemilu parlemen April 2009.
Keempat, jadi perbedaan perilaku politik orang Aceh selama ini, yang mana hal itu menjadi landasan bagi orang Aceh untuk menuntut perlakuan khusus dari pusat, telah berakhir. Padahal perbedaan perilaku politik itu memberikan posisi politik yang kuat dalam proses negosiasi pusat-daerah. Kini ketiadaan perbedaan itu menjadikan Aceh secara politik sama halnya dengan posisi-posisi daerah lainnya di Indonesia dalam kaitannya dengan relasi pusat-daerah.
Kelima, kemenangan itu juga berarti segala permasalahan Aceh dalam konteks perdamaian telah dapat diselesaikan dengan sempurna. Sehingga isu-isu yang mengkhawatirkan tentang kelangsungan damai itu menjadi tak relevan dan tak signifikan lagi untuk dipertimbangkan.
Akhirnya, Aceh ke depan masuk ke dalam isu-isu pembangunan sebagaimana layaknya daerah-daerah lainnya di Indonesia. Dan, masuk ke isu-isu tentang hikmah (lesson learn) dari proses perdamaian dan rekonstruksi bencana besar.
Kami dari Konsorsium Aceh Baru mengharapkan untuk kedepan Pemerintah Aceh dan segenap kekuatan sosial politik di aceh hendaknya dapat menjalin hubungan yang konstruktif dengan Pemerintah Pusat demi masa depan Aceh.
Banda Aceh, 10 Juli 2009
Otto Syamsuddin Ishak (Ketua)
H.Imam Syuja (Board)
Juanda (Sec-Gen)


Leave a Reply