Banda Aceh – Ratusan korban konflik Aceh menuntut kejelasan pembangunan rumah yang dijanjikan pemerintah, Selasa 28 Juli 2009. Mereka berasal dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, kembali mengelar aksi unjuk rasa di kantor Badan Reintegrasi Aceh (BRA).
“Kami butuh kejelasan soal rumah, BRA tidak komit dengan janji mereka, BRA tidak mengambaikan tuntutan korban konflik,” kata Koordinator Aksi, Agusta Muchtar.
Menurut warga, terdapat 385 korban konflik yang berhak mendapatkan rumah di kecamatan Panton Reudok, Aceh Tengah. Namun BRA hanya membangun 86 unit rumah saja.
“Pada bulan maret lalu kita sudah meminta agar BRA segera memproses data kita, tapi sampai sekarang BRA tidak melakukan verifikasi atas data itu dan para korban konflik hingga kini belum mendapatkan rumah,” ujarnya.
Sementara Ketua BRA, Nur Djuli mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti data versi korban konflik pada aksi sebelumnya. Dia menjelasakan, rumah bagi korban konflik hanya akan dibagun jika telah didata oleh kantor BRA di Wilayah kabupaten.
“Jika memang belum terdata silahkan complain di BRA wilayah, kami sudah membentuk tim verifikasi yang di SK-kan Bupati Aceh Tengah,” katanya.
Masa tetap menuntut agar BRA segera memproses rumah untuk korban konflik, sesuai data mereka. Mereka mengancam mendududuki kantor tersebut. Hingga berita ini diturunkan, masa masih berkumpul di depan kantor BRA, yang berada dikawasan Geuce Komplek Banda Aceh itu.**ViVaNews


Leave a Reply