Ratusan laki-laki dan perempuan serta anak-anak yang digendong ibunya itu mendatangi kantor gubernur untuk meminta membangun rumah mereka yang rusak maupun terbakar pada masa konflik.
Dikawal aparat kepolisian, ratusan warga korban konflik yang datang ke Banda Aceh sejak Senin (27/7) itu sempat memacetkan arus lalu lintas di depan kantor gubernur.
Sebelum mereka datang, aparat kepolisian sudah bersiaga dan menutup pintu gerbang masuk ke kantor gubernur sehingga warga tertahan didepan gerbang.
Karena tidak diperbolehkan masuk ke halaman kantor gubernur, ratusan korban konflik itu akhirnya duduk di badan Jalan Daud Beureueh sehingga arus kendaraan terhenti selama 30 menit sepanjang beberapa ratus meter.
Kapoltabes Banda Aceh, Kombes Pol Syamsul Bahri yang sedang meninjau lokasi Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V di Taman Ratu Safiatuddin yang berada di belakang kantor gubernur mendatangi mereka dan membubarkan warga karena sudah mengganggu lalu lintas.
Kapoltabes sempat berorasi di depan korban konflik, akhirnya pintu gerbang dibuka dan warga masuk dan beristirahat di bawah naungan pepohonan yang tumbuh di halaman kantor.
Kedatangan mereka ke kantor gubernur untuk bertemu dengan orang nomor satu di Aceh itu mengenai pembangunan rumah yang ditangani Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRDA). Namun Gubernur dan Wakil Gubernur Mohammad Nazar saat ini sedang bertugas ke luar Aceh.
Pada Senin (27/7), ratusan korban konflik mendatangi kantor BRDA menanyakan kapan rumah mereka dibangun kembali dan menyatakan bahwa ada warga yang tidak berhak tapi mendapatkan rumah.**WPD


Leave a Reply