beranda » Berita

Masyarakat sipil dukung polisi usut penembakan WNA

Monday, November 23, 2009 WIB

BANDA ACEH – Masyarakat sipil di Aceh mendukung upaya polisi mengusut kasus penembakan warga negara asing (WNA) oleh orang belum diketahui identitasnya dan aksi penembakan itu sebagai simbol adanya teror terhadap perdamaian.

“Kami minta aparat kepolisian menyelidiki kasus penembakan WNA secara komprehensif dan bertanggungjawab dengan pengungkapan kebenaran agar ke depan pekerja kemanusiaan tidak menjadi target kekerasan,” kata, Sakdiah Marhaban, dari Liga Inong Aceh (LINA) di Banda Aceh, malam ini.

Masyarakat sipil Aceh, diantaranya, Kontras Aceh, ACSTF, Koalisi NGO HAM, Walhi, Gerak Aceh, LSM Titian Keadilan melakukan aksi mendukung polisi dalam mengungkap penembakan WNA di Aceh.

Peristiwa penembakan juga kembali terjadi hingga memecahkan kaca rumah (guest house) Uni Eropa di Kawasan Garut Ketapang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar pada 16 Nopember 2009.

Menurutnya, Uni Eropa yang selama ini ikut memantau dan mendukung perdamaian di Aceh. Dengan adanya peristiwa penembakan tersebut, diharapkan masyarakat internasional tidak surut memberikan kontribusi dan mengawal perdamaian di provinsi paling barat Indonesia itu.

Asiah Uzia dari Forum LSM menyatakan, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya penembakan warga asing di Aceh dan mendukung aparat kepolisian untuk mengusut tuntas penembakan tersebut.

“Masyarakat sipil Aceh akan tetap memantau dan tidak akan berdiam diri sebelum polisi mengungkap siapa pelaku teror yang akan merusak perdamaian di Aceh,” katanya.

sumber : waspada

Leave a Reply