Banda Aceh - Kemananan Aceh menjelang Puncak Pemilu, (9 April Mendatang, diperkirakan mulai rawan. Karena itu Polda Aceh Memfokuskan pengamanan titik rawan kriminal.
“wilayah rawan itu sering terjadi tindak criminal bersenjata. Wilayah itu menjadi atensi Polri dalam pengamanan Pemilu mendatang” ungkap Kapolda Aceh Irjen. Pol. Adityawarman kepada wartawan usai menyaksikan simulasi pemilu di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Selasa (3/3).
Namun, Kapolda tidak menyebutkan secara rinci wilayah rawan tersebut. Kapolda juga menambahkan guna mengamanan pemilu dan wilayah rawan tersbut, maka polda Aceh menurunkan dua per tiga personelnya sekitar 14 ribu anggota polri yang bertugas di tanah rencong. Penepatan personel itu akan diprioritaskan ke daerah rawam kejahatan. “jika perlu kita akan mendatangkan personel dari daerah lain Arpil Mendatang” kata Adityawarman.
Sementar itu TNI juga siap membantu Polda dan Komite Independent Pemilihan (KIP) untuk mengamankan Pemilu legislative. “kita siap membantu, namun kita kembalikan kepada Polda. Jika diminta kami, kita siap. Prinsipnya TNI kita selalu siap kapan saja mengamankan Pemilu,” ungkap Panglima Kodam Iskandar Muda Mayor Jenderal Soenarko.(put/AI)


Leave a Reply