beranda » Berita

Partai jangan hanya mendekati rakyat ketika pemilu

Wednesday, March 18, 2009 WIB

Stop Plagiasi Politik!!!

Partai jangan hanya mendekati rakyat ketika pemilu

Hal itu disampaikan T. Ardiansyah, pengamat politik yang berdomisili di Banda Aceh. Menurut pria yang akrab disapa Ardi ini, kesalahan besar yang telah dilakukan partai politik adalah membangun partai dengan basis eklusifitas,”tidak ada partai yang dekat dengan rakyat,” ungkapnya kepada media ini. Rendahnya kedekatan partai dengan rakyat mengakibatkan partai harus bekerja keras ketika kampanye, salah satu indikatornya adalah banjir spanduk, baliho yang dipajang disepanjang jalan yang dianggap strategis.

“Kampanye spanduk tidak mendidik rakyat,” ungkap Ardi. Menurutnya, yang terjadi selama ini adalah plagiasi politik, dimana partai politik dan caleg tidak mempunyai strategi politik. Lebih jauh Ardi menjelaskan, spanduk dan baliho adalah marketing politik, bukan alat pendidikan politik.
Seperti kita lihat, menghadapi pemilu 2009 yang tinggal beberapa hari lagi, kota Banda Aceh dibanjiri spanduk, baliho partai politik dan caleg. Fenomena ini dianggap oleh Ardi sebagai kegagalan partai politik dalam melakukan kaderisasi dan pendidikan politik.

Hal senada juga disampaikan Amrizal J Prang, praktisi FISIP Unimal ini berpandangan, kecendrungan partai politik dan caleg sekarang memanfaatkan media sebagai metode pendekatan kepada pemilih. “partai dan caleg menganggap kampanye media seperti spanduk dan baliho adalah pendekatan yang tepat, padahal jauh lebih dari itu, rakyat membutuhkan pendidikan dan pemahama politik,” ungkap Amrizal beberapa waktu lalu.

Ardi menyarankan agar peran dan politik lebih jelas lagi, “ada tida peran penting yang harus dimainkan partai, pertama, kaderisasi, pendidikan politik, dan alat perjuangan,” demikian T. Ardiansyah.***(AY)

Leave a Reply