Pelaksanaan Pemilu tinggal hitungan hari lagi, Komite Pemilihan Independen sebagai pelaksana Pemilu April mendatang telah mengadakan sosialisasi pemilu dari tahun kemarin dan sosialisasi telah sampai disebar diseluruh Aceh baik sosialisi secara tertulis di media cetak dan elektronik juga sosialisasi secara dengan pengadaan simulasi dengan melibatkan masyarakat sebagai pemilih.
KIP Aceh juga menyerukan kepada setiap anggota Pemilu untuk juga mensosialisasi pemilu sambil berkampanye. Karena area Aceh yang sangat luas mungkin ada beberapa yang luput dari sosialisasi. Memang disadari perubahan pemilu dari mencoblos ke Pemilu mencontreng akan sangat berat, diperkirakan itu akan banyak surat suara yang rusak.
Seperti dibeberapa kawasan Dusun Masyarakat di Kecamatan Mountasik, masih kurangnya sosialisasi yang di lakukan KIP Aceh sehingga mungkin akan terdapat surat suara yang rusak dikawasan itu. Hal ini diutarakan oleh Kechik Desa Atoung Kec. Mountasik mengatakan “masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh KIP dikawan ini akan membuat warga Desa Atoung ini sulit sekali dalam memilih, karena hampir 60 % dari warga Desa Ateung tidak dapat membaca ditambah lagi dengan banyak manula-manula yang tidak dapat membaca. Metode mencontreng ini sangat mempersulit bagi warga.” Ujar Said.
Banyaknya jumlah partai-partai perserta pemilu ini juga membuat banyak masyarakat Aceh yang berada jauh dari pusat pemerintahan kebingungan, mereka sangat bingung memilih, hal ini diakui oleh Abdullah warga Desa Atoung mengatakan “saya kebingungan memilih bagaimana cara memilih partainya, jumlahnya banyak sekali. Mungkin bagi kami yang sudah tua ini lebih baik guna mencoblos saja” ujarnya.
Pelaksanaan Pemilu April mendatang tinggal beberapa hari lagi, masih banyak msayarakat yang belum faham dengan metode mencontreng ini menjadi pekerjaan rumah dari KIP sendiri, karena dipekerikan surat suara yang akan merugikan banyak partai-partai sebagai peserta pemilu.


Leave a Reply