Seratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Bersama Gugat PT PLN Aceh, Kamis (29/4) malam, menggelar unjuk rasa ke Kantor PLN Wilayah Aceh. Para pendemo memasang lima lampu teplok dan lilin di plang nama dan pagar kantor tersebut. Aksi serupa untuk menuntut PLN agar memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, juga pernah dilakukan massa dari Mahasiswa Peduli Keadilan (MPK) Banda Aceh, beberapa waktu lalu.
Rombongan pendemo yang sebelumnya berkumpul di Simpang Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, sekitar pukul 20.10 WIB bergerak menuju ke Kantor PLN Aceh dengan berkonvoi menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Tiba di Kantor PLN Aceh, massa langsung memasang lampu teplok dan lusinan lilin di pagar kantor itu. Aksi ini dilakukan karena PLN dinilai tidak mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Usai memasang lampu teplok dan lilin untuk menggambarkan seringnya pemadaman listrik di Aceh, para pendemo yang mengusung sejumlah spanduk dan poster, secara bergantian melakukan orasi di depan kantor yang berlokasi di Jalan T Daud Beureueh. Aksi mahasiswa ini juga mendapat respons dari masyarakat yang melintasi jalan itu.
Pantauan Serambi, setengah badan jalan T Daud Beureueh Banda Aceh, yang dilalui oleh pengguna jalan di kawasan tersebut dipenuhi seratusan massa untuk menyuarakan aspirasinya. Aksi tersebut juga mendapat pengawalan pihak Poltabes Banda Aceh, agar arus lalu lintas tidak terganggu.
Koordinator Gerakan Bersama Gugat PT PLN Aceh, mengatakan minimnya energi listrik telah dijadikan alasan klasik oleh PLN untuk tidak memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggannya. PLN dinilai tidak memiliki keinginan serius untuk membenahi berbagai persoalan listrik yang terjadi di Aceh. Buktinya, sudah bertahun-tahun krisis energi listrik tak mampu diatasi.
Gerakan Bersama Gugat PT PLN Aceh, seut Oriza, mendesak PT PLN Aceh untuk segera menghentikan pemadaman listrik. PT PLN dan Pemerintahan Aceh juga didesak bertanggung jawab dan segera mencari solusi dalam menanggulangi krisis listrik di Aceh. “Kami juga mendesak PLN bertanggung jawab memberikan konspensasi atau ganti rugi terhadap masyarakat yang mengalami kerugian akibat pemadaman listrik selama ini,” kata Oriza.
Sekitar setengah jam massa tersebut menggelar aksinya, tidak ada seorang pun petinggi PT PLN Aceh yang menghampiri penggunjuk rasa. Akhirnya para demonstran membubarkan diri dan kembali ke Taman Ratu Safiatuddin dengan pengawalan pihak kepolisian
sumber : serambinews


Leave a Reply