BANDA ACEH – Seluruh warga Aceh, termasuk orang kaya, mulai 2010 dipastikan akan mendapat pengobatan dan pelayanan kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas dan rumah sakit umum daerah di seluruh Aceh. Namun, program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) itu masih tingkat pelayanan standar dengan nilai premi Rp 17.000 per kapita. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Aceh, dr Efi Syafrida MKes yang dihubungi Serambi, Selasa (20/10) mengatakan, dengan disetujuinya Program JKA yang dibiayai APBA, memungkinkan seluruh warga Aceh mendapat fasilitas layanan kesehatan gratis.
“Namun, layanan yang diberikan masih tingkat pelayanan standar dengan nilai premi Rp 17.000 per kapita. Pelayanan gratis itu dapat diakses di 301 puskesmas dan 23 RSU, satu RS Jiwa, dan tidak termasuk di rumah sakit atau klinik-klinik kesehatan swasta,” kata Efi Syafrida. Mengenai jumlah warga Aceh yang akan dilayani program JKA, menurut dr Efi Syafrida belum bisa dipastikan. Sebab, jumlah warga yang akan dilayani program ini masih harus menunggu validasi data tentang jumlah penduduk Aceh, dan kemudian dikurangi dengan jumlah warga yang sudah tercover program Jamkesmas dan Askessos.
Menurut perhitungan sementara, katanya, saat ini sebanyak 2,7 juta warga Aceh sudah dapat layanan kesehatan lewat program Jamkesmas dan sekitar 480.000 tercover program Askessos. “Ini berarti, kalau jumlah penduduk Aceh sekitar 4,2 juta, maka masih tersisa 1,1 juta lebih yang harus dilayani program JKA,” katanya.
Menyangkut persiapan yang dilakukan Dinas Kesehatan Aceh untuk program JKA, menurut Efi pihaknya sedang melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. “Kita sudah menerjunkan tim ke sejumlah kabupaten/kota, di antaranya ke Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah,” ujarnya. Setelah dilakukan sosialisasi, temuan di daerah-daerah akan dibahas dan dievaluasi di Banda Aceh. “Evaluasi tahap pertama akan dilakukan 25 Oktober 2009,” pungkasnya.


Leave a Reply